Tentang Aku
Kamis, 23 Juli 2015
Jalan Hidup
memang Tuhan telah mentakdirkan seluruh umat manusia di dunia ini rezeki jodoh dan semuanya. Tuhan telah memberikan semuanya dengan ke Ikhlasannya tinggal gimana manusia mendapatkannya. Kita sudah berusaha semampu kita, sekuat tenaga kita, namun kadang semuanya ga berjalan sesuai yang di inginkan. Semua planing yang manusia punya tidak lah se indah jalannya. terkadang ada yang sesuai, dan kadang ada yang jauh berbeda, ya itulah yang namanya hidup. Tuhan memberikan segala cobaannya agar manusa lebih bisa bersabar, ber tabah dan ber iman kepadaNya. Tuhan ingin umat manusianya belajar dan selalu mawas diri, Tuhan akan memberikan hal yang sesuai dengan perbuatan yang sudah manusia lakukan. Sesuai berapa besar pengorbanannya, Tuhan akan memberikan hal yang indah bagi umatNya yang sabar, Ikhlas, dan beriman kepadaNya. Aamiin
CINTA
aku sedang mencari cinta, disaat aku berjalan menyusuri malam, dari kejauhan aku melihat sesuatu datang mendekat rupanya manis, dan indah di pandang, dia datang dengan keramahannya, dia datang dengan manjanya, dia datang dengan senyum manisnya. Lalu aku bertanya tanya, ini kah yang dinamakan cinta? Seindah ini kah yang dinamakan cinta? hatiku bergetar dikala dia menyentuh ku dengan kata” manisnya. Seiring berjalanya waktu dia memperkenalkan dirinya dan dia yang disebut cinta. Tuhan dengan adilnya memperkenalkan kepadaku bahwa dia lah cinta. Cinta kini hadir dalam hari-hariku, tiap hari dia membawa keyakinan akan hati dan perasaan ini, cinta datang membawa kebahagiaan, cinta datang membawa kemewahan suasana yang indah. Aku dan cinta akhirnya saling jalan bersama, aku banting tulang untuk membuat sebuah bahtera yang indah untuk Cinta, suatu bahtera untuk aku dan cinta mengarungi samudra yang luas. Kami mulai mengarungi bahtera mengarungi samudra, hari-hari kami indah, tiap sore kami melihat indahnya SUNSET di anjungan bahtera kita, Pagi hari pun begitu kami melihat indahnya SUNRISE. Hingga pada suatu saat badai datang menghampiri kami, badai yang besar dengan kilat dimana-mana meakuti,bahtera yang kami naiki terhempas oleh gelombang ombak yang sangat tinggi, dan akhirnya mengaramkan bahtera kami ditengah tengah samudra yang luas, aku dan cinta terpisahkan, cinta selamat oleh pecahan kapal kamii, aku tak bisa menyelamatkan diri, aku terus digulung oleh ombak, hingga aku tenggelam, saat itu aku merasakan sesuatu yang tak pernah kurasakan, pandangan ku putih dan aku tak sadar apa yang sebenarnya terjadi, hingga aku merasakan keras terasa di kepalaku, dan aku terbangun di suatu pulau ntah aku dimana, aku tak tahu ada dimana. Ku mencari cari dimanakah cinta, tapi tak kunjung jua aku temukan. Aku rindu dia kemana kah dia, apakabar kah dia, apa yang sedang dia lakukan. Sekaran aku merindukannya CINTA..
Selasa, 14 Juli 2015
Aku
Aku bernama Pringgo Digdo, aku lahir Di Jakarta tanggal 14 November 1997, saat itu sedang kerusuhan. Sekarang umurku 17 tahun, aku sekolah di SMK N 4 Jakarta salah satu sekolah terfavorit dan terbesar se Indonesia. Bidang ke ahlianku adalah Teknik Kendaraan Ringan, atau bahasa kerennya Automobile Technology. Sekarang aku duduk di bangku kelas 3, aku memiliki hobi yang berbau Automotive berawal saat kecil hobi bongkar Tamiya, mobil-mobilan, dan tertarik dengan informasi informasi mobil, sekarang kecapaian deh bongkar-bongkar mobil. Di SMK aku bisa dibilang anak yang bandel, suka cabut dari kelas dan main ke bengkel praktik disekolah, ya emang aku ga tertarik dengan pelajaran - pelajaran formal seperti Matimatika, Bahasa Indonesia, Kimia, Fisika, dll. Dikelas aku berdua dengan temanku yang bernama M. Hasan Bashori, paling sering ke bengkel praktik, karena kami senang di bengkel, dari kelas 1 saat masuk smk, awalnya hanya iseng-iseng, clingak clinguk nggatau harus ngapain di bengkel, suatu saat ada kakak kelas kami yang habis praktik, aku dan hasan melihatnya dari dekat apa yang sedang dia lakukan, sekedar diam. Saat sedang melihat dia kakak kelas kami yang bernama Bagus Trisulo, seorang guru sebut saja pak Marudut datang menghampiri kami, "ngapain kalian", lalu kami jawab, "liat-liat doang pak." "ngapain liat liat gada yg bisa di liat-liat disini". kami berdua takut lalu kami keluar dan pulang. Keesokan harinya seperti itu juga. setelah bel pulang sekolah aku juga langsung kebengkel praktik aku, bersama dengan hasan jugga tentunya dan sesampainya disana ketemu lagi dengan pak Marudut, dia teriak "hei ngapain kalian" kami berdua langsung lari keluar karena takut.. lanjut lagi nanti yaaaa...
Langganan:
Postingan (Atom)